JELAJAH SEJARAH KLASIK JAWA TIMUR TAHUN 2019 (SITUS MANGIRAN MADIUN)

0
1976

Kabupaten Madiun merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Timur yang terletak di bagian barat Jawa Timur, berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di sebelah Utara, Kabupaten Nganjuk di Timur, Kabupaten Ponorogo di Selatan dan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi di sebelah Barat. Wilayah Kabupaten Madiun saat ini beribu kota di Caruban, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor. 3 Tahun 2019 dengan luas wilayah sekitar 47.922 kilometer persegi.

napak tilas jejak sejarah mangiran 2019

Madiun (atau wilayah yang saat ini kita sebut sebagai Kabupaten Madiun) sejak masa lalu memiliki sejumlah unit-unit politik, bahkan jauh sebelum kata Madiun digunakan untuk memberi nama wilayah ini[1]. Hal itu menunjukkan bahwa wilayah Madiun bukanlah merupakan suatu wilayah yang sepi sebelumnya, melainkan telah terjadi seumlah perubahan politik dan pemerintahan di wilayah ini.

[1] Margana, S. Awal Perkembangan Politik dan Pemerintahan: Kerajaan Gelang-Gelang di Ngurawan Abad XIV dan XV. Dalam “Madiun Sejarah Politik dan Transformasi Kepemerintahan dari abad XIV hingga Awal Abad XXI. (Madiun: Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, Bekerjasama dengan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM: 2017).

Tedapat sejumlah kekuatan politik yang silih berganti mewarnai wilayah Madiun sejak masa kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, mulai dari kekuatan politik yang bersifat lokal hingga kekuatan-kekuatan politik yang merupakan bagian dari kerajaan-kerajaan besar seperti Singosari, Majapahit, Demak, hingga Mataram Islam. Diantara kekuatan-kekuatan politik tersebut sebagian diantaranya menghasilkan sejumlah peninggalan arkeologis, mulai dari pecahan fragmen berukuran kecil hingga bangunan-bangunan bersejarah yang berukuran masif.

Penelitian mengenai wilayah Madiun telah lama dilakukan, baik oleh para ahli sejarah maupun oleh para sejarawan amatir dari Luar dan Dalam Negeri. Hasil dari sejumlah penelitian tersebut mengungkapkan bahwa wilayah Madiun tidak hanya dijadikan sebagai wilayah persinggahan politik dari kekuatan-kekuatan politik besar yang ada di wilayah sekitarnya, akan tetapi Madiun sendiri juga merupakan pusat dari kekuatan politik, terbukti dari sejumlah penemuan arkeologis yang mengungkap fakta keberadaan sejumlah kerajaan yang  menjadikan wilayah Madiun sebagai pusat pemerintahannya.                                                                                 

Laporan Panitia yang disampaikan oleh, Kepala Bidang Cagar Budaya & Sejarah Disbudpar Jawa Timur, 29 Juli 2019

Sejumlah kekuatan politik yang menjadikan wilayah Madiun sebagai wilayah politik, yang terbukti dari keberadaan sejumlah peninggalan arkeologi diantaranya adalah Gelang-Gelang, serta sejumlah pemerintahan politik lokal yang informasi keberadaannya dapat di telusuri pada sejumlah historiografi lokal tradisional seperti karya Babad (seperti misalnya Babad Tanah Jawi) dan Serat (seperti misalnya Serat Kanda)

Pembukaan SEJARAH KLASIK 2019 oleh, Kepala Dinas DISBUDPAR Prov Jawa Timur

Peserta Jelajah Sejarah Klasik sebanyak 80 orang terdiri dari siswa dan guru dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur, yang terdiri dari 16 orang Guru dan 64 orang siswa, dengan perincian 5 orang Guru dan 27 orang Siswa wakil Jawa Timur dalam kegiatan Lawatan Sejarah Daerah 2019 di Semarang dan sisanya, 11 orang Guru dan 37 orang Siswa berasal dari sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur berdasarkan pada keikutsertaan di Kegiatan Lawatan Sejarah Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.

Foto Bersama Pembukaan Jelajah Sejarah Klasik 2019
  • TUJUAN
  • Kegiatan Jelajah Sejarah Klasik Jawa Timur Tahun 2019 bertujuan:
  • Menanamkan Kesadaran Historis kepada generasi muda, agar lebih mencintai dan memahami sejarah bangsanya, sehingga sikap dan perilakunya selalu berdasar pada nilai-nilai sejarah.
    1. Memberikan metode edutainment dalam pembelajaran sejarah, sehingga pelajaran sejarah menjadi menarik dan dapat meningkatkan daya nalar dan daya kritis siswa terhadap fenomena yang ada di lingkungan sekitar.
    2. Peserta akan memperoleh apresiasi sejarah yang lebih intens, karena selain mengetahui juga dapat lebih mengerti dan memahami tentang obyek sejarah yang dipelajarinya.
    3. Memberikan pengenalan dan pendalaman materi kepada generasi muda mengenai kehidupan politik dimasa Hindu-Budha melalui peningalan-peninggalannya di Jawa Timur serta bagaimana proses pemeliharaan dan pengelolaannya untuk perkembangan ilmu pengetahuan.
    4. Memperkenalkan dan menunjukkan secara langsung potensi peninggalan era Hindu-Budha di Wilayah Jawa Timur kepada para generasi muda.
Narasumber kelas, berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Bp Ismail Lutfi, Ketua IAAI Jawa Timur)
Narasumber lapangan yang berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun dan Juru Pelihara Situs Mangiran
Jeajah Situs Mangiran, Madiun – Jawa Timur
  • HASIL YANG INGIN DICAPAI
  • Input
  • Indikator masukan (Input) merupakan obyek yang menjadi sasaran kegiatan Jelajah Sejarah Klasik Jawa Timur Tahun 2019 ini, yaitu generasi muda khsususnya siswa SMA/MA/SMK atau yang sederajat baik dari sekolah negeri maupun swasta untuk kategori SMA.
Sesi Tanya Jawab
  • Output
  • Indikator keluaran (Ouput) menunjukkan hasil yang diperoleh pada saat pelaksanaan kegiatan (short time), dengan hasil keluaran antara lain informasi dan data mengenai situs mangiran dan kehidupan di masa kejayaannya dari narasumber; resume tugas kelompok dari para peserta; serta meningkatnya pemahaman para peserta mengenai situs mangiran dan kehidupan pada masa peralihan Hindu-Budha ke Islam melalui hasil pre dan post test.
Presentasi Siswa
  • Outcome
  • Indikator Outcome merupakan hasil jangka panjang (long term) yang diharapkan akan diperoleh dari keseluruhan pelaksanaan kegiatan Jelajah Sejarah Klasik ini diantaranya adalah meningkatnya pemahaman generasi muda dan dunia pendidikan menengah mengenai perjalanan sejarah bangsa khususnya masa pra-Islam melalui kunjungan lapangan dan materi-materi yang tidak diajarkan ddalam kurikulum pendidikan menengah di sekolah.
Pentas Seni