Kembangkan Potensi Wisata Candi Sumberawan Melalui Event Kagungan Sumberawan

0
277

Candi sumberawan berhasil mengadakan event kebudayaan yang bertajuk “Event Kagungan Sumberawan, Tirta Satya, Lestari Budayaā€¯. Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara Candi Sumberawan dengan mahasiswa Praktikum Public Relations 3 Prodi Ilmu Komunikasi UMM ini dihadiri oleh tamu VIP, termasuk di dalamnya Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., Pemerintah Desa Toyomarto yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Wakil 3 Dekan UMM, Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si., Perhutani, dan lembaga instansi lainnya serta ratusan partisipan dari berbagai kalangan. Event yang dilaksanakan pada Minggu, 16 Juli 2023 di Desa Toyomarto, Singosari, Kabupaten Malang ini bertujuan untuk mempromosikan sekaligus mengambangkan potensi Candi Sumberawan terutama soal potensi sumber mata air di dalamnya.

Acara ini dilaksanakan dengan mengadakan ritual Tirta Amerta, sebuah ritual kebudayaan pengambilan air dengan tujuan untuk meminta keberkahan di pelataran Candi Sumberawan.  Ritual Tirta Amerta ini dipimpin oleh budayawan setempat, Dika Maulana didampingi beberapa budayawan lainnya. Menurut Wakil Bupati Malang, acara ini merupakan sebuah acara yang harus terus didukung dan dikembangkan. Mengingat desa Toyomarto memiliki banyak sekali potensi.

“Pengembangan potensi desa dan wisata seperti event yang diadakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM ini harus terus kita dukung. Cara mendukungnya adalah dengan terus menjaga dan mengembangkan potensi desa seperti di Candi Sumberawan ini mengingat banyak segmen yang bisa kita majukan bersama. Pemerintah siap menopang segala kebutuhan yang dibutuhkan”. Ujar Wakil Bupati saat mengisi acara sambutan.

Selain itu, beliau juga berharap bahwa kampus-kampus di kota malang harus saling bahu-membahu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dengan membuat berbagai event dengan  mengundang budayawan setempat ke kampus-kampus.

“Pihak-pihak kampus sangatlah penting dalam mengembangkan potensi dari wisata di Kota Malang dengan membuat event serta mengundang budayawan sekaligus dalang seperti Mbah Jo ke kampus setempat untuk membantu mengenalkan budaya dan potensi wisata. Kalau kampung warna-warni saja bisa kita ubah, bukan tidak mungkin Desa Toyomarto juga bisa”. Imbuhnya

Salah satu acara yang cukup menarik perhatian adalah sesi pertunjukkan seni tari dan seni teater yang diperagakan oleh sanggar Gong Production dengan Teater Komunitas. Tari serta pertunjukkan teater yang dilakukan berisikan cerita mengenai asal usul Candi Sumberawan dan sumber mata airnya. Candi Sumberawan memiliki 2 sumber mata air utama yang dipercaya memiliki khasiatnya sendiri. Sumber mata air pertama yang bernama Kahuripan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit sedangkan sumber mata air kedua yang bernama Kamulyan dipercaya mampu untuk meningkatkan derajat manusia.

Terdapat pula pertunjukan wayang oleh Mbah Jo, seorang dalang sekaligus budayawan malang yang diikuti oleh peserta sebagai pemain wayang. Dengan mengajak 15 peserta secara acak sebagai partisipan, Mbah Jo menampilkan wayang dengan cerita unik yang mampu menyentil realitas kehidupan saat ini. Salah satunya adalah mengenai banyaknya pencemaran mata air dan lingkungan serta maraknya penggunaan pestisida berlebih.

“Mengingat saat ini banyak terjadi penyimpangan lingkungan, saya menyampaikan pesan-pesan jaga lingkungan melalui wayang. Harapannya generasi muda seperti mahasiswa dapat menjaga keindahan dan keaslian alam bersama”. Ujar Mbah Jo sembari menggerakkan karakter wayang miliknya.

Seorang mahasiswa pertukaran pelajar asal Kolombia bernama Nicolas Esteban turut menghadiri acara tersebut. Pria asal Bogota, Kolombia itu mengaku senang sekali bisa mengikuti acara budaya di Candi Sumberawan. Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi akan sejarah dan budaya, Nicolas sangat menantikan lagi event-event budaya yang ada di kota Malang.

“Saya senang sekali bisa hadir ke acara Kagungan Sumberawan. Acaranya keren dan membuat saya takjub. Terutama pada penampilan tari dan teater. Saya suka budaya dan sejarah jadi saya akan menantikan lagi acara seperti ini di kota Malang”. Tutur Nicolas saat diwawancarai.

Selepas diadakannya event ini, Mohammad Farrel Alvaricky selalu ketua pelaksana  berharap Event Kagungan Sumberawan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk mampu mengembangkan potensi wisata yang ada di desa Toyomarto khususnya Candi Sumberawan.

“Syukur acara bisa berjalan dengan lancar. Harapannya event Kagungan Sumberawan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah setempat untuk mampu melihat potensi desa-desa terutama di desa Toyomarto” Ujar Farrel.