BURUNG BANGAU, IKAN, DAN KEPITING. (Cerita Tantri relief Candi Surowono)

0
2069

Di dalam hutan hiduplah seekor burung bangau yang sudah berusia lanjut, sehingga dalam memenuhi kebutuhan makanan ikan kesehariannya  merasa kesulitan untuk menangkap ikan di sungai. Burung bangau mencari akal untuk memenuhi kebutuhan makanan dengan menyamar sebagai seorang pendeta. Di tepi sungai tersebut burung bangau memberi ceramah kepada para ikan di dalam sungai tersebut. Dalam ceramahnya menyampaikan berita bahwasanya dalam waktu dekat serombongan manusia akan datang untuk menjaring ikan-ikan yang berada di dalam  sungai.

Para segerombolan ikan pun ketakutan dan percaya akan ceramah burung bangau tersebut, karena penyampaiannya berita itu sangat menyakinkan. 

Pada situasi dan kondisi ketakutan dan kebingungan para segerombolan ikan dalam sungai tersebut,  meminta bantuan burung bangau untuk menyelamatkannya. Burung bangau menyanggupi dan membantu menyelamatkan para segerombolan ikan dengan cara terbang membawa ikan satu per satu untuk dipindahkan ke dalam sungai yang berada disebelahnya. Tanpa diketahu oleh para ikan yang telah dibawa terbang oleh burung bangau tersebut, di tengah perjalanan burung bangau memangsa dan memakan habis daging ikan yang dibawanya tersebut dan hanya tinggal tulang belulang yang berceceran dibawahnya. 

Para segerombolan ikan yang ada di dalam sungai pun habis dibawa terbang untuk diselamatkan oleh burung bangau.

Datanglah seekor kepiting yang hidup juga di dalam  sungai tersebut. Seperti halnya para segerombolan ikan sebelumnya, kepitingpun rupa-rupanya juga minta bantuan untuk diselamatkan kepada burung bangau seperti halnya para segerombolan ikan.

Kembali lagi burung bangau membantu dan menyanggupi dengan membawa terbang kepiting tersebut, karena burung bangau ingin menyantap dan memakan daging kepiting seperti halnya apa yang dilakukan kepada para segerombolan ikan tersebut.  Dalam perjalanan menuju tempat penyelamatan yakni di sungai sebelahnya,  kepiting berpikir dan mulai curiga karena kepiting sama sekali tidak melihat para segerombolan ikan yang hidup bersama di sungai yang telah lebih dahulu diselamatkan oleh burung bangau . Kepiting sangat kaget luar biasa ketika kepiting melihat kebawah dan menjumpai  para segerombolan  ikan yang telah mati bergeletakan dimakan burung bangau di dekat sungai sebelahnya sebagai tempat tujuan penyelamatan yang dijanjikan oleh burung bangau.

Mengetahui hal tersebut kepiting berpikir dan sadar bahwa burung bangau yang menyanggupi dan membantu para segerombolan ikan tersebut hanyalah sebuah tipu muslihat burung bangau semata. Kepitingpun akan senasib dengan para segerombolan ikan yang menjadi santapan burung bangau dan menipunya. Selanjutnya kepiting berpikir mencari akal pembalasannya dengan berontak dan mecapit leher burung bangau. Kepiting tidak akan melepaskan capitannya dan akan memperkeras capitanya apabila burung bangau tidak mengembalikannya ketempatnya semula di dalam sungai. Sebelum burung bangau melepaskan kepiting di dalam sungai terlebih dahulu secepatnya kepiting mempererat capitanya sekuat mungkin sampailah burung bangau itu mati.

Dari ringkasan cerita burung bangau, ikan dan kepiting pesan moral yang digambarkan adalah janganlah kita sekali-kali menipu untuk mendapatkan untung karena nanti bisa-bisa kita sendiri yang rugi

Daftar Refrensi :

  1. Candi Candi di Jawa Timur, Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman 2017
  2. Candi Rurowono, BPCB, Trowulan.
  3. Sumber foto, https://www.google.com/search?q=relief+candi+burung+bangu,+ikan+dn+epiting&tbm
  4. https://www.kompasiana.com/triwidodo/552e11066ea834322f8b4581/relief-candi-mendut-ikan-korban-rayuan-iklan-bangau-yang-culas-dan-kepiting-yang-waspada
  5. http://kekunaan.blogspot.com/2013/09/candi-jago-dongeng-tantri-dan-perdamaian.html