KEMILAU EMAS HIASAN GARUDEYA (1)

0
1871

Nama  Koleksi        : Hiasan Garudeya

Asal                      : Kediri

Berat                    : 1.163.09 Gram

Kadar Emas            ; 22 Karat   

Ukuran                  : P. 37 Cm, L. 22 Cm

Sumber Informasi : Collection Of Gold, Museum Negeri Mpu Tantular, Provinsi Jawa Timur              

Penulis                   ; Nina Rossana       

Artefak emas ini ditemukan pada tahun 1989, oleh seorang anak petani warga desa Plaosan, bernama Seger yang sedang membantu orang tuanya saat pengelola sawah. Dihiasi batu permata yang tersusun secara simetris berdasarkan warna pada bagian kiri dan kanan. Adapun jenis batu permata ini disebut jenis batuan “Mirah”, cat eye, jamrut dan safir. Artefak ini dapat dipisah menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Bagian atas terdapat ornament pergelangan dan telapak tangan kiri serta burung garuda membawa kendi (kamandalu) berisi air amerta (air kehidupan).
  2. Bagian tengah dengan ornament raksasa membawa gadha
  3. Bagian bawah berornamen figure manusia berwajah raksasa dengan kedua tangan diangkat ke atas, sementara kedua kaki dalam sikap menari dengan gaya berjingkrak.

Mengenai kesajarahannya sampai saat ini terdapat beberapa versi, diantaranya yaitu :

  1. Dengan dugaan berdasarkan reliefnya “hiasan garudeya” ini merupakan peninggalan dari abad XII-XIII masehi. Kemungkinan hal ini dikaitkan dengan adanya ornament  “burung garuda” membawa ‘amerta” dan ornament serupa ditemukan juga pada Candi Kidal di malang yang dibangun pada masa Singosari abad XIII M.
  2. Ditinjau dari paruh burung garudeya yang menunjukkan adanya pengaruh china. Selain itu, berdasarkan besarnya karat dan jenis batuannya , diduga benda ini berasal dari Siam dan sampainya di Jawa karena sebagai cindera mata dari Raja Siam yang diperuntukkan pada raja di Jawa.
  • Ada juga yanag berpendapat bahwa hiasan gaeudeya ini berhubungan dengan Raja Airlangga dengan asumsi bahwa  parasasti prasasti Kerajaan Airlangga yang menggunakan cap garuda muka. Selain itu, dikaitkan juga dengan arca wisnu naik garuda dari Pathirtan Belahan yang diduga sebagai arca perwujudan Airlangga. Sehingga artefak emas Hiasan Garudeya ini dikaitkan erat dengan masa kerajaan Airlangga abad XI Masehi.
  • Hiasan Garudeya juga diperkirakan milik RajaTohjaya dari Kerajaan Singosari abad XIII Masehi. Argumentasinya terkait dengan tempat ditemukannya artefak ini, yaitu di desa Plaosan, Kecamatan wates Kediri. Berbekal dari berita Pararaton yang menyebutkan bahwa Raja Tohjaya meninggal di Katang Lumbung. Atas dasar toponim itulah, maka artefak ini diperkirakan milik raja Tohjaya yang terjatuh pada saat sang raja melarikan diri dan mati terbunuh di Katang Lumbung.
  • Artefak emas Hiasan Garudeya merupakan artefak peninggalan Hindu Budha, atas dasar motif sikap telapak tangan (Mudra), garuda dengan amertanya, raksasa membawa gada, figure mansia yang merupakan kedewaan bersifat demonis, serta hiasan flora sulur sulur teratai yang mendasarinya. Semua itu merupakan motif motif pengaruh dari kepercayaan Hindu Budha dari India.
SHARE
Previous articleAgastya
Next articleKEMILAU EMAS HIASAN GARUDEYA (2)