ARCA WANITA CANTIK DURGA MAHISASURAMARDHINI

1
3171

Foto : Koleksi Museum Mpu Tantular Prov Jatim

Arca-arca peninggalan masa lampau, zaman kerajaan-kerajaan bercorak Hindu Budha di Nusantara tidak hanya menampilkan keindahan semata. Arca-arca tersebut banyak memiliki makna yang berkaitan dengan cerita sejarah, legenda, mitologi, dan unsur religius yang terkandung di balik keindahannya itu sendiri.

Durgamahasisuramardhini yang merupakan gabungan dari kata Durga, Mahisa, Asura, dan Mardhini. Arca Dewi Durga memiliki banyak tangan, lebih dari 8, 12 atau pada beberapa arca sampai dengan 16. Dewi Durga adalah nama sakti atau istri Dewa Siwa, Mahisa adalah kerbau, Asura berarti raksasa, sedang Mardhini berarti menghancurkan atau membunuh. Jadi, Durgamahasisuramardhini berarti Dewi Durga yang sedang membunuh raksasa yang ada di dalam tubuh seekor kerbau. Durga merupakan tokoh dewi yang terkenal di India, dan juga sangat di puja-puja dalam agama Hindu.





IKONOGRAFI  ARCA
DURGA MAHASISURAMARDHINI

Dr. Sutjipto Wirjosuparto berpendapat bahwa bentuk-bentuk arca Durga di Indonesia dupahat berdasarkan naskah kakawin Ghatotkacasraya  Di Indonesia pada umumnya Durga Mahisasuramardini digambarkan berdiri diatas punggung kerbau yang terbaring ke arah kiri. Tangan kanan depannya menarik ekor kerbau dan tangan kiri depannya menarik rambut asura. Sedangkan tangan lainnya digambarkan memegang senjata. Digambarkan durga memiliki 2, 4, 6, 8 dan 10 tangan. Dengan memakai hiasan jamakuta diatas kepalanya. Telinganya berhiaskan kundala yang memanjang dan hiasan badan yang mewah lainnya. Serta memakai kalung rangkap dari mutiara atau manikam yang diikat oleh band yang semakin ketengah semakin lebar.

Untuk asura sendiri, digambarkan seperti manusia biasa yang bertangan dua dengan atau tanpa senjata. Wajahnya menunjukkan ekspresi ketakutan dan munculdari bagian badan kerbau. Pada asura yang digambarkan membawa senjata, tangan kananya digambarkan membawa khetaka sedangkan tangan kirinya memegang khadga. Asura yang digambarkan tidak membawa senjata, dilukiskan kedua tangannya berada di depan dada dan tangan kirinya diletakkan diatas paha. Untuk hiasan sendiri asura digambarkan memakai hiasan sederhana berupa kalung, gelang,kundala, ikat pinggang dan kain berupa cawat. Untuk arca Durga yang digambarkan seperti di India yang sedang mengendarai singa jarang ditemukan di Indonesia.

Penggambaran arca Durga di India sendiri secara umum digambarkan bertangan 4, 6, 8 atau lebih dan mempunyai mata ketiga. Digambarkan sebagai wanita cantik memakai mahkota berbentuk karandamakutaserta memakai perhiasan yang mewah. Tangan kanan depannya digambarkan sedang bersikap abhaya hasta, tangan kanan belakang membawa cakra. Sedangkan tangan kiri depan membawa sankha. Bila digambarkan bertangan delapan, biasanya yang dibawa adalah sankha, cakra, sula, dhanu, bana, khadga, khetaka dan pasa. Menurut Silparatna arca Durga yang bertangan sepuluh digambarkan bermata tiga dan mengenakan jata-makuta yang berhiaskan candrakapala atau bulan sabit. Dilukiskan triban ga. Pada tangan kanannya membawa trisula, khadga, satyayudha, cakra dan menarik tali busur. Sebagai Katyayani dewi, digambarkan membunuh mahisa sura dengan senjata yang dibawa pada tangan kanannya yaitu trisula, khadga, bana, cakra, saktyayudha. Serta pada tangan kirinya membawa khetaka, pasa, ankusa, ghanta dan parasu.

YANG TERSIRAT DARI FIGURE
ARCA Durga Mahisasuramardini

Menurut naskah Devi Mahatya, diceritakan bahwa para dewa pada suatu ketika dikalahkan oleh para asura atau raksasa dibawah pimpinan Mahisasura. Para dewa memohon pertolongan Dewa Siwa dan Dewa Wisnu untuk dapat mengalahkan dan mengusir para asura yang telah mengganggu khayangan. Mendengar peristiwa yang menimpa para dewa, Dewa Siwa dan Dewa Wisnu menjadi sangat marah akan perbuatan para asura, sehingga dari mulut mereka keluar lidah api yang menyala-nyala. Lidah api juga keluar dari tubuh dewa-dewa yang lain. Kekuatan lidah api bergabung menerangi semua penjuru yang akhirnya mengumpulkan dan membentuk tubuh seorang wanita yang sangat cantik dan jadilah Dewi Durga.

Siwa memberikan Trisulanya, Wisnu memberikan Cakra, Baruna memberikan sebuah Sangkha dan Pasa, kalung mutiara dan sepasang pakaian yang tidak bisa rusak, Agni memberikan tombak, Maruta memberi busur dengan anak panahnya, Indra memberi Fajra dan Ganta, Yama memberi Kamandalu, Kala memberi pedang dan perisai, Vivakarma memberi kapak yang mengkilap beserta senjata dan baju sirah yang tidak tembus senjata, Himavat memberikan seekor singa sebagai wahana, Kuwera memberi mangkuk yang penuh dengan anggur, dan Sesa memberikan sebuah kalung ular yang dihiasi dengan permata yang besar.

Melalui Dewi Durga, para dewa akhirnya berhasil mengalahkan Mahisasura dengan menginjak lehernya. Dari kepala atau mulut Mahisa keluar wujud Asura-raksasa dan segera dibunuhnya.

Berdasarkan latar belakang cerita tersebut, Durgamahasisuramardhini biasa digambarkan sedang membunuh Mahisasura, dengan jumlah tangan yang bervariasi, trisula menusuk di leher mahisa. Dia memiliki tiga mata, dada membusung, pinggang ramping, dan berdiri dalam sikap Tribhangga, rambut Jatamahkota, sedang Asura digambarkan dalam bentuk kerbau dengan darah mengalir di lehernya, berbaring di bawah kaki durga. Pada beberapa arca dewi Durga kaki kanannya  biasanya digambarkan berada diatas singa, sedang kaki kirinya menginjak punggung kerbau, dan singa digambarkan sedang mencakar kerbau. Di candi-candi, ia biasanya menempati relung sebelah utara.

DAFTAR PUSTAKA

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Arca_Durga#Arca_Durga_Mahisasuramardhini, DIAKSES TANGGAL 29 Oktober 2020
  2. ^ “Arca Durga”Cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Diakses tanggal 04 April 2020.
  3. ^ “Arca Durga Mahisasuramardhini Bg. 67”Cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Diakses tanggal 04 April 2020.
  4. ^ “ARCA DURGA MAHISASURAMARDINI”Cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Diakses tanggal 04 April 2020.
  5. ^ “ARCA DURGA MAHESASURAMARDINI”Cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Diakses tanggal 04 April 2020.
  6. ^ “FRAGMEN ARCA DURGA”Cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Diakses tanggal 04 April 2020.
  7. https://ariesaksono.wordpress.com/2008/02/20/arca-dewi-durga-mahisasuramardhini, diakses 30 Oktober 2020.

1 COMMENT

Comments are closed.