RELIEF KRISNAYANA

0
3925
sumber :https://ngalam.co/2017/02/20/cerita-dalam-relief-kresnayana-di-candi-jago/

Kresnayana merupakan tokoh yang dapat ditemukan dalam relief candi jago dan  candi Penataran. Pada candi  Induk Penataran relief ini berada  pada  tingkat II, sedangkan pada candi Jago berada pada teras ketiga. Oleh karena  relief ini menggambarkan  kisah hidup kresna,  maka relief ini  diberi nama relief Kresnayana. Kisah ini adalah hasil karya Empu Triguna yang hidup pada masa pemerintahan Raja Warsajaya dari kerajaan Kediri. Kresnayana berarti “Perjalanan Kresna” yang menceritakan tentang kisah percintaan antara Kresna dan Dewi Rukmini. Sekaligus Relief Krsnayana dapat ditafsirkan sebagai suatu perwujudan kisah perkawinan Raja Wisnuwarddhana dengan Nararya Waninghyun, yakni lambang perkawinan Wisnu dengan Sri yang menitis dalam wujud Krsna dan Rukmini. Di dalam kakawin Krsnayana disebutkan bahwa tokoh Prthukirti, ibu Rukmini, adalah adik Kunti dan Basudewa. Jadi, Krsna dan Rukmini adalah saudara sepupu. Hal itu sesuai dengan fakta bahwa Wisnuwarddhana adalah sepupu Waninghyun.
Dikisahkan bahwa Raja Karawira mendapat persetujuan Bhimaska Raja Kundina, untuk menikahkan raja suniti dari  Kerajaan Cedi  dengan Rukmini puteri Bhismaka. Akan tetapi, Prthukirti ibunya Rukmini mengarapkan  Kresna kemenakannya yang menjadi menantunya. Demikian pula bagi Rukmini, perjodohan ini tidak sesuai dengan keinginan hatinya karena ia sudah terlanjur menjalin hubungan percintaan dengan Kresna, seorang pemuda yang gagah, cerdas, dan sakti.
Sang Prameswari (Prtukirti)  mengutus seorang dayang menemui Krsna mengatakan apa yang telah terjadi dan menyuruh Krsna datang melarikan sang puteri sebelum terlambat. Kemudian Krsna dan Baladewa kakaknya menyusun siasat untuk  datang terang-terangan atau diam-diam. Karena sang puteri dijaga ketat oleh ayah dan Rukma kakaknya, maka diputuskan untuk datang terang-terangan dengan tentaranya berdalih ingin menghadiri pesta perkawinan sang puteri.

Menjelang malam Cedi dan Jarasandha tiba, Kresna juga telah datang dan diberi penginapan diluar keraton karena semua rumah telah penuh. Kemudian Kresna menyuruh seorang dayang mengirim surat kepada Rukmini yang diterima oleh Rukmini dengan perasaan senang dan takut.

Malam pesta menyambut perkawinan sang puteripun telah dimulai, setelah larut malam, selesai dipajang sang puteri mengundurkan diri ke pertapaan. Ibu Rukmini mengirim kabar bahwa saatnya telah tiba, tapi juga mengingatkan kalau keraton dijaga ketat dan diluar Cedi juga berjaga. Tetapi yang ditakuti Rukmini adalah Rukma kakaknya yang memaksanya untuk menikah dengan Cedi. Atas saran seorang abdi yang setia Rukmini menyamar menjadi seorang Kili. Setelah melalui pintu gerbang tanpa diketahui orang Krsna telah menantinya, lalu mengangkatnya ke dalam kereta dan pergi.

            Tentu saja Raja Bismaka dan Raja Suniti marah besar mengetahui bahwa Rukmini melarikan diri bersama Kresna. Merekapun segera mengerahkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengejar Kresna, dengan dimpimpin oleh Rukma, saudara laki-laki Rukmini. Cedi dan Jarasandha  memutuskan Krsna harus dibunuh dan Rukma berikrar tidak akan kembali ke Kundina sebelum membunuh Kresna dan membawa kembali Rukmini.

Kresna terlalu tangguh dan pintar untuk dihentikan oleh pasukan yang mengejarnya itu dan dengan kesaktianya,  anak panah Krsna dapat mencerai-beraikan pasukan Kundina dan menghancurkan kereta Rukma. Saat  itulah Rukma jatuh tak berdaya dan ketika Rukma akan dibunuh oleh Kresna,  Rukmini memohon pada Kresna agar kakaknya jangan dibunuh.

Demikianlah Kresna  berhasil menghancurkan seluruh pasukan dan hanya Rukma saja yang tidak dibunuh. Oleh karena terikat sumpahnya, maka Rukma  tidak kembali ke Kundina dan mendirikan kerajaan sendiri. Sementara itu, Kresna mempersunting Rukmini dan hidup bahagia di Negeri Dwarawati, sebagai pasangan raja dan permaisuri. Melalui epiknya ini, Empu Triguna berusaha memberikan pembelajaran bahwa pernikahan yang didasarkan pada keterpaksaan itu adalah sia-sia belaka.