TEMUAN ODCB CANDI PENDEM KEC. JUNREJO KOTA BATU

0
1175
Dokumentasi : (koleksi pribadi)

Adanya laporan temuan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) berupa ditemukannya struktur bata di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, berlanjut dengan dilaksanakannya tinjauan lokasi oleh Tim Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jawa Timur pada tanggal 27 Juli 2020. Candi Pendem sendiri sebenarnya sudah ditemukan sejak Bulan Februari 2020 dan sudah dilaksanakan tinjauan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

Di dekat lokasi candi terdapat temuan artefak berupa Nandi dan Yoni. Keduanya merupakan simbol dari perwujudan Dewa Siwa yang berarti bersifat Hindu. Nandi adalah simbol binatang sapi yang merupakan tunggangan Dewa Siwa, sedangkan yoni merupakan simbol kesuburan wanita dan biasanya berpasangan dengan lingga (simbol kesuburan laki-laki) yang merupakan perwujudan Siwa. Dari fakta ini diharapkan adanya korelasi antara kedua artefak tersebut dengan Candi Pendem yang ada di dekatnya. Apabila asumsi ini benar maka dapat dipastikan bahwa Candi Pendem merupakan tempat pemujaan dewa Siwa yang notabene merupakan salah satu dewa dalam Hindu.


dokumentasi : (koleksi pribadi)

Luas struktur bangunan yang berhasil ditampakkan adalah 10 x 8 m. diperkirakan arah hadap candi adalah utara mengarah ke Gunung Arjuno (orientasi arah hadap candi terhadap gunung terdekat sesuai dengan konsep kosmologi). Apabila dilihat dari materi penyusun candi yang terbuat dari bata merah dengan ukuran cukup besar yaitu panjang 35 cm, lebar 25 cm, dan tebal 9 cm, ukuran ini jauh lebih besar dari ukuran batu bata dari jaman Majapahit. Batu Bata situs Pendem kurang lebih hampir sama dengan batu bata yang ditemukan di situs Sekaran (Tol Malang-Pandaan). Oleh karena itu, bisa dipastikan bahwa  Candi Pendem berasal dari masa pra Majapahit.


dokumentasi : (koleksi pribadi)

Pada bagian tengah Candi Pendem ditemukan sumuran kedalaman sementara 1,20 m dengan ukuran 2,1 m x 2,1 m. Sumuran ini diperkirakan sebagai bilik utama tempat berdirinya arca Siwa atau Perwujudan Siwa. Di dalam konsep Candi Hindu, sumuran tersebut merupakan tempat peripih. Peripih sebagai nyawa/roh yang berfungsi untuk menghidupkan candi, tanpa peripih candi tidak akan dapat digunakan sebagai tempat ibadah (sumber : Pamong Budaya Dinas Pariwisata Batu).

SHARE
Previous articleTEMUAN ODCB BRUMBUNG
Next articleRELIEF KRISNAYANA