JELAJAH SEJARAH KLASIK TULUNGAGUNG

0
1920
Pembukaan Sejarah Klasik Wilayah Tulungagung AT Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Jawa Timur
  1. LATAR BELAKANG Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang terkenal sebagai salah satu daerah penghasil Marmer terbesar di Indonesia. Secara geografis Kabupaten Tulungagung berbatasan dengan Kabupaten Kediri di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah selatan, Kabupaten Blitar di sebelah Timur dan Kabupaten Trenggalek di sebelah Barat. Selain dikenal sebagai penghasil marmer berkualitas di Indonesia, Tulungagung juga terkenal akan penemuan sejumlah fragmen manusia purba. Salah satu yang cukup terkenal adalah kerangka Homo wajakensis yang ditemukan di daerah pegunungan karst di sekitar Wajak pada tahun 1889 oleh Von Rieschoten dan pada tahun 1890 di tempat yang sama oleh Eugene Dubois. Selain penemuan sejumlah fragmen dari masa prasejarah, di wilayah ini juga banyak ditemukan peninggalan dari masa Hindu Budha, baik yang berupa sebaran fragmen beukuran kecil hingga sejumlah candi. Dimasa lalu, wilayah ini menjadi bagian dari kekuasaan sejumlah kerajaan besar seperti Kerajaan Daha maupun Majapahit. Beberapa sumber kuno, baik kitab maupun prasasti bahkan menyebutkan sejumlah nama wilayah di daerah ini seperti misalnya Prasasti Lawadan, yang berisikan penghargaan Raja Daha, Kertajaya, atas kesetiaan masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, maupun Kitab Negarakertagama yang menyebutkan nama Boyolangu sebagai tempat dibangunnya Candi sebagai tempat perabuan Gayatri Rajapatni. Penelitian sejarah dan eskavasi di wilayah Tulungagung telah lama dilakukan sejak masa kolonial, terutama ketika mulai diadakannya ekspedisi pencarian jejak-jejak peninggalan prasejarah di wilayah ini yang berhasil menemukan dan mengidentifikasi sejumlah temuan fragmen fosil hewan maupun manusia purba, yang tentu saja membuat wilayah ini menjadi cukup terkenal. Selain sejumlah penemuan dari era prasejarah, di wilayah ini juga banyak sekali terdapat peninggalan dari era Hindu-Budha atau sering juga dikenal sebagai era klasik. Beragam penemuan dari era Hindu-Budha di wilayah ini, baik yang berukuran masif maupun berupa pecahan fragmen, menunjukkan kepada kita bahwa wilayah ini telah sejak lama menjadi wilayah yang cukup penting bagi perkembangan peradaban manusia di Jawa Timur. Terlebih ketika wilayah ini juga dituliskan dalam kitab-kitab kuno seperti Negarakertagama maupun sejumlah prasasti, menunjukkan bahwa keberadaan masyarakat di wilayah ini telah menjadi bagian penting dalam perkembangan sejumlah kerajaan besar di wilayah Jawa Timur di masa lalu. Berdasarkan latar belakang di atas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, terutama Bidang Cagar Budaya dan Sejarah bertanggungjawab dan berkewajiban untuk memberikan pengenalan dan pemahaman kepada generasi muda, dalam hal ini kalangan dunia pendidikan menengah mengenai nilai penting peninggalan di era Hindu-Budha di Kabupaten Madiun  tersebut melalui kegiatan Jelajah Sejarah Klasik Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.
  1. DASAR KEGIATAN
  1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan;
  2. Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya;
  3. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.46/UM.001/MKP/2009 tentang Pedoman Penulisan Sejarah Lokal;
  4. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 65 Tahun 2016, tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur;
  5. Program Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Tahun 2019;
  6. DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 Nomor: 903/283/203.2/2018 Tanggal 15 Desember Tahun 2018.
  1. TUJUAN

Kegiatan Jelajah Sejarah Klasik Jawa Timur Tahun 2019 bertujuan:

  1. Menanamkan Kesadaran Historis kepada generasi muda, agar lebih mencintai dan memahami sejarah bangsanya, sehingga sikap dan perilakunya selalu berdasar pada nilai-nilai sejarah.
    1. Memberikan metode edutainment dalam pembelajaran sejarah, sehingga pelajaran sejarah menjadi menarik dan dapat meningkatkan daya nalar dan daya kritis siswa terhadap fenomena yang ada di lingkungan sekitar.
    1. Peserta akan memperoleh apresiasi sejarah yang lebih intens, karena selain mengetahui juga dapat lebih mengerti dan memahami tentang obyek sejarah yang dipelajarinya.
    1. Memberikan pengenalan dan pendalaman materi kepada generasi muda mengenai kehidupan politik dimasa Hindu-Budha melalui peningalan-peninggalannya di Jawa Timur serta bagaimana proses pemeliharaan dan pengelolaannya untuk perkembangan ilmu pengetahuan.
    1. Memperkenalkan dan menunjukkan secara langsung potensi peninggalan era Hindu-Budha di Wilayah Jawa Timur kepada para generasi muda.
    1. Memberikan kesempatan kepada generasi muda Jawa Timur untuk saling mengenal, belajar bekerjasama, menjalin relasi dan persahabatan, serta berlatih berdiskusi dan mengemukakan pendapat denganbaik didepan umum.
  1. TEMA

Kegiatan Jelajah Sejarah Klasik Jawa Timur Tahun 2019 Mengambil Tema

  1. SASARAN DAN PESERTA

Kegiatan Jelajah Sejarah Klasik dimaksudkan untuk memberikan informasi, insporasi dan pemahaman tentang sejarah kehidupan dan peninggalan sejarah wilayah Kabupaten Madiun, khususnya melalui Situs Mangiran kepada generasi muda khususnya siswa SMU/SMK/MA (Madrasah Aliyah) dan yang sederajat baik sekolah Negeri maupun Swasta serta para guru, baik secara teori maupun kenyataan sesungguhnya di lapangan.Peserta Jelajah Sejarah Klasik sebanyak 80 orang terdiri dari siswa dan guru dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur, yang terdiri dari 16 orang Guru dan 64 orang siswa, yang berasal dari sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur berdasarkan pada keikutsertaan di Kegiatan Lawatan Sejarah Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 s/d 2018. Kegiatan Jelajah Sejarah Klasik akan mengambil lokasi di Kabupaten Tulungagung dengan  obyek-obyek kunjungan yang disesuaikan dengan tema kegiatan Jelajah Sejarah Klasik Jawa Timur Tahun 2019.

  1. NARASUMBER
Pembukaan Sejarah Klasik Tulungagung

Sebelum para peserta dibawa untuk mengunjungi obyek-obyek sejarah yang menjadi sasaran, terlebih dahulu akan diberikan pembekalan berupa pengetahuan secara umum oleh para narasumber yang berkompeten dibidangnya. Ada 1 (satu) Narasumber kelas, berasal dari Universitas Negeri Surabaya dan 2 (dua) orang Narasumber lapangan yang berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Sebelum para peserta dibawa untuk mengunjungi obyek-obyek sejarah yang menjadi sasaran, terlebih dahulu akan diberikan pembekalan berupa pengetahuan secara umum oleh para narasumber yang berkompeten dibidangnya. Ada 1 (satu) Narasumber kelas, berasal dari Universitas Negeri Surabaya dan 2 (dua) orang Narasumber lapangan yang berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.

  1. BENTUK KEGIATANKegiatan Jelajah Sejarah Klasik Jawa Timur Tahun 2019 dilaksanakan dalam bentuk:
Pembukaan Oleh Bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur
  1. Penyampaian materi oleh narasumber.
    1. Kunjungan lapangan ke obyek-obyek peninggalan sejarah untuk memantabkan bekal materi yang telah diperoleh.
    2. Peserta jelajah akan mengisi kuesioner (pre dan post test), untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana materi itu bisa diterima oleh para peserta.
    3. Peserta membuat tugas kelompok dari hasil kunjungan lapangan yang akan dipresentasikan dan mengikuti Quiz yang disediakan oleh Panitia.
  1. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan Lawatan Sejarah yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dilaksanakan selama 2 (dua) hari mulai dari tanggal 27 s/d 28 Agustus  2019 bertempat di  Kabupaten Tulungagung.
  1. HASIL YANG INGIN DICAPAIInput

Indikator masukan (Input) merupakan obyek yang menjadi sasaran kegiatan Jelajah Sejarah Klasik Jawa Timur Tahun 2019 ini, yaitu generasi muda khsususnya siswa SMA/MA/SMK atau yang sederajat baik dari sekolah negeri maupun swasta untuk kategori SMA.

  • Output

Indikator keluaran (Ouput) menunjukkan hasil yang diperoleh pada saat pelaksanaan kegiatan (short time), dengan hasil keluaran antara lain informasi dan data mengenai situs yang ada di Kabupaten Tulungagung dari narasumber; resume tugas kelompok dari para peserta; serta meningkatnya pemahaman para peserta mengenai perkembangan peradaban dan kehidupan masyarakat era Klasik melalui hasil pre dan post test.

  • Outcome

Indikator Outcome merupakan hasil jangka panjang (long term) yang diharapkan akan diperoleh dari keseluruhan pelaksanaan kegiatan Jelajah Sejarah Klasik ini diantaranya adalah meningkatnya pemahaman generasi muda dan dunia pendidikan menengah mengenai perjalanan sejarah bangsa khususnya masa pra-Islam melalui kunjungan lapangan dan materi-materi yang tidak diajarkan ddalam kurikulum pendidikan menengah di sekolah.