Candi Songgoriti

0
121
dokumentasi : Bidang Cagar Budaya dan Sejarah

Candi Songgoriti merupakan candi peninggalan masa jawa kuna yang ada di wilayah Kota Batu Jawa Timur. Secara geografis berada di lembah Gunung Banyak berada di ketinggian sekitar 900 dpl. Oleh karena itu, daerah ini mempunyai udara yang cukup sejuk sehingga tempat ini sangat cocok sebagai tempat peristirahatan. Di perkirakan berasal dari abad 9 M berdasarkan arsitektur dan inskripsi-inskripsi pendek yang pernah ditemukan di lokasi tersebut. Dari arsitektur, candi ini mirip dengan bangunan candi pada masa Jawa Tengah. Bentuk tubuh cenderung tambun dan mempunyai langgam hias Jawa Tengah yaitu pada sisi luar dinding terdapat pengapit relung berhiaskan dewa dewi seperti pada model candi masa Jawa Tengah.

Dokumentasi : Bidang Cagar Budaya dan Sejarah

Dari sisa bangunan yang masih ada hingga sekarang, terdapat relung relung sebagai tempat arca. Diperkirakan relung sebelah Barat merupakan tempat arca Ganesha. Relung sebelah Utara diperkiran tempat arca Durga, sedangkan relung sebelah Selatan ditempati arca Agastya sesuai dengan konsep Candi Hindu pada umumnya. Oleh karena itu, candi ini bersifat hindu siwaistik. Ukuran Candi tidak begitu luas hanya berukuran sekitar 14 m². demikian pula pada bilik tengah candi hanya memuat sebuah arca hingga tidak mungkin bisa dimasuki manusia.

Di bawah ruang induk merupakan sumber air panas. Sumber air belerang tersebut berasal dari sungai bawah tanah yang diduga bermata air dari gunung Welirang.

Candi ini sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Tingkat Nasional oleh BPCB Jawa Timur. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk ke candi. Candi ini sekarang menjadi pusat kegiatan seni budaya. Oleh karena itu, waktu berkunjung ke candi ini sebaiknya pada saat ada moment moment tertentu seperti :

  • Jenang Suro dilaksanakn pada bulan syura
  • Tumpengan bersih desa dilaksanakan pada acara selamatan desa Kel. Songgokerto
  • Jamasan Pusaka dilaksanakan pada Bulan Syura
  • Ruwatan dilaksanakan apabila ada permintaan ruwat
  • Sidikoro dilaksanakan pada bulan purnama
  • Puja Agung dilaksanakan pada malam anggara kasih
  • Kirab Budaya Banteng Suroan dilaksanakan bersamaan dengan selamatan desa