MAKAM SENDANG DUWUR

0
303

Makam Sendang Duwur terletak di Dusun Sendang Duwur, Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Tokoh utama yang dimakamkan di kompleks makam Sendang duwur adalah Raden Nur Rahmad. Beliau bertempat tinggal di desa Sedayu Lawas, tepatnya di Kecamatan Brondong. Raden Nur Rahmad adalah putera dari Abdul Qohar Bin Malik Bin Syeikh Abu Yazid Al Baghdi keturunan raja-raja Persia di negeri Iraq. Ibu Raden Nur Rahmad adalah Dewi Sukarsih, puteri Tumenggung Joyo di Sedayu Lawas.

Setelah ayah Raden Nur Rahmad (Abdul Qohar) wafat, Raden Nur Rahmad diboyong oleh ibunya pindah ke Dusun Tenon guna menyebarkan Islam di sekitar daerah tersebut. Setelah masjid tersebut berdiri, di sekitar masjid kering tidak terdapat sumber air untuk berwudlu. Atas ijin Allah SWT maka di selatan masjid ada sebuah sumur Giling berkedalaman ± 35 m. Peristiwa tersebut terdapat dalam naskah berhuruf Arab pegon yang disimpan oleh Bapak Masrur Hasan yang berbunyi: “Sampun lami-lami boten wonten toya kang celak wonten manjing asar ningali kukus lajeng dipun dudhuk sitinipun nuten kinarya sumur. Sampunipun lebet wonten duwung ngadeg peksinipun (keris) kacabut medal sumberipun toya langkung agung”. Setelah Sunan Sendang wafat, jasad beliau dimakamkan di sebelah barat (lebih rendah) dari Masjid Sendang Duwur yang berada di halaman III.

Deskripsi Makam Sendang Duwur

Kompleks Makam Sendang Duwur terbagi dalam beberapa halaman yang berada di sebelah utara dan barat Masjid sendang Duwur. Tiap-tiap halaman dibatasi oleh pagar dengan pintu gerbang sebagai jalan masuknya. Secara umum kompleks makam ini dibagi menjadi 4 halaman dengan pola tata letak tersusun ke belakang dengan makam tokoh utamanya (Sunan Sendang) berada di halaman III (paling belakang).

Halaman I

Halaman ini dibagi lagi menjadi 2 halaman yang lebih kecil dengan dibatasi sebuah lorong yang berpagar di sisi kana-kirinya. Berdasarkan peta dalam buku Islamic Antiquitis of Sendang Duwur (1975), di halaman ini terdapat 3 buah bangunan pintu gerbang. Ketiga pintu gerbang tersebut adalah pintu gerbang G sebagai jalan masuk ke halaman  lainnya, pintu gerbang F sebagai jalan masuk ke halaman I, dan pintu gerbang E sebagai jalan massuk ke halaman II.

Pintu Gerbang G

Pintu gerbang ini menghadap ke timur berbentuk candi bentar dan berbahan batu putih. Sebenarnya di depan pintu gerbang ini ada halaman yang tampaknya dahulu dibatasi oleh pagar yang sekarang hanya tinggal pondasinya saja, dengan pintu gerbang kecil bentuk bentar dengan berbahan bata merah.

Secara struktural dan arsitektur pintu gerbang G terdiri atas kaki, tubuh, dan atap. Bagian kaki berukuran massif, mengapit 9 buah anak tangga. Kaki pintu gerbang berbentuk bidang bertingkat dan berlapis 3, semakin mengecil ke depan dengan permukaaan paling depan berbentuk bidang lengkung (cembung).

Bagian tubuh pintu gerbang ini dapat dibagi lagi menjadi tubuh bagian bawah, tengah, dan atas. Tubuh bagian bawah berupa bidang yang dihiasi motif geometris berbentuk segi enam berjajar, di atasnya berupa tingkatan-tingkatan pelipit yang dihiasi bentuk-bentuk antefiks. Tubuh bagian tengah terdiri dari tiga lapis semakin melebar ke samping. Lapisan satu berupa pilar, lapisan dua berupa pelipit tiga tingkat. Tubuh bagian atas berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Di samping kanan-kiri tubuh terdapat semacam sayap pintu gerbang berupa sebuah bidang dengan ujungnya berbentuk lengkung mnempel di atas pagar, di bagian tengah dihiasi bntuk kerawangan motif reset.

Bagian atapnya bertingkat 5 semakin ke atas semakin mengecil dengan bagian kemuncaknya berbentuk trapesium. Atap tingkat satu berupa bidang segi empat yang dihiasi antefiks-antefiks dan motif resset. Empat tingkat atap di atasnya berupa tingkatan-tingkatanpelipit semakin mengecil ke atas yang dihiasi bentuk-bentuk antefiks.

Pintu Gerbang F

Pintu gerbang ini menghadap ke selatan berbentuk paduraksa terbuat dari bahan batu putih, sebagai jalan masuk ke halaman I lainnya, secara struktural arsitekturnya terdiri dari kaki, tubuh, dan atap. Bagian kakinya terdiri dari 3 tingkat yang semakin mengecil ke atas dan melebar ke samping, mengapit 3 buah anak tangga. Tingkat satu dan dua berupa tingkatan-tingkatan pelipit, seangkan tingkat yang ketiga berupa bidang segi empat degan bagian depannya berhias motif tumpal.

Bagian tubuhnya juga terbagi atas tiga bagian yaitu bagian bawah, tengah, dan atas. Secara keseluruhan bagian tubuh terdiri dari tig alapis bidang makin melebar ke samping. Khusus lapis 3 baeripa bidang datar mulai kaki sampai dengan tubuh bagian atas yang bersambungan dengan pilar-pilar bagian pagar yang ada di samping kanan-kiri. Sedangkan lapisan 1 dan 2 tubuh bagian bawah berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Lapisan 1 tubuh bagian tengah berupa pilar yang dihiasi dengan bentuk lengkung yang bersambungan sampai bagian atas ambang pintu gerbang. Lapisan 2 tubuh bagian tengah sebagian telah hilang, dari bagian yang tersisa tampak ada motif segi enam dan antefiks. Tubuh bagian atas lapisan 1 berupa pilar sambungan dari tubuh bagian tengah, sedangkan lapisan ke-2 berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Tubuh bagian atas ini mengapit ambang pintu atas pintu gerbang, yang di sisi bawahnya berbentuk latiyu tingkat 3, sedangkan pada sisi depannya berupa bidang berhias motif stiliran kepala kala.

Bagian atapnya terdiri 7 tingkat semakin mengecil ke atas, dengan bagian kemuncak berbentuk trapesium. Atap tingkat 1 berupa bidang segi empat yang dihiasi bentuk-bentuk antefiks. Atap tingkat 2, 3, dan 4 berbentuk trapesium yang juga dihiasi bentuk antefiks, atap ke-5 berbentuk trapesium polos, sedangkan atap 6 dan 7 berbentuk trapesium terbalik tanpa hiasan.

Pintu gerbang E

Pintu gerbang ini menghadap ke timur berbentuk padaruksa terbuat dari batu putih, sebagai jalan menuju sebuah lorong di halaman II. Secara struktural arsitekturnya terdiri dari bagian tubuh dan atap. Tanpa bagian kaki karena memang tidak ada bagian yang diidentifikasikan sebagai bagian kaki pintu gerbang.

Bagian tubuhnya terdiri dua tingkat. Tingkat 1 berupa berupa bidang datar yang dihias motif burung merak. Sedangkan tubuh tingkat 2 berupa pilar polos yang ditengahnya ada ceruk yang membentuk garis lurus dari atas ke bawah. Di depan tubuh tingkat 2 pada bagian bawah terdapat panel-panel segi lima yang dihiasi motif flora diantaranya berupa pohon jambu air. Disamping kanan-kiri bagian tubuh tingkat 2 ini tampak bagian sayap pintu gerbang yang sudah terputus.

Pada bagian yang tersisa itu ada hiasan flora dan stiliran kepala gajah. Dahulu pintu gerbang ini mempunyai sayap dalam bentuk naturalis seperti sayap burung ketika burung terbang. Bagian atas sisi dalam dari tubuh tingkat 2 ini mengapit ambang atas pintu gerbang berupa latiyu tingkat 9 disangga oleh pilar dari kayu, mungkin dahulu sebagai tempat daun pintunya. Latiyu tingkat 2, 4, 6, dan 8 dihias motif tumpal berjajar seperti gigi gergaji, sedagkan tingkatan latiu lainnya polos.

Bagian atapnya terdiri dari 4 tingkatan dengan bagian dasar atap berbentuk trapesium terbalik. Atap tingkat 1, 2, dan 3 berupa bidang datar yang pada sisi atasnya berbentuk melengkung. Pada bgaian atap tingkat 1 di sebelah kiri dihias motif flora dan stiliran kepala burung. Bagian atap tingkat 4 berupa bidang datar dengan sisi kanan-kiri melengkung ke dalam.

Halaman II

Halaman II kompleks Makam Sendang Duwur ini disekat-sekat lagi menjadi beberapa halaman yang lebih kecil, dibatasi oleh pagar dengan pintu gerbang sebagai jalan masuk. Di halaman 2 ini ada 2 pintu gerbang yang menarik untuk dibahas yaitu pintu gerbang D dan pintu gerbang B.

Pintu Gerbang D

Pintu gerbang ini mengahdap ke utara berbentuk candi bentar yang terbuat dari batu putih, sebagai jalan masuk menuju ke kompleks Masjid Sendang Duwur dari sebuah lorong di halaman II. Secara arsitektural arsitektur pintu gerbang ini terbagi dari bagian kaki, tubuh, dan atap.

Bagian kaki pintu gerbang ini terbagi 3 tingkat, mengapit 8 buah anak tangga dari 10 buah tangga yang ada di pintu gerbang ini. Bagian kaki tingkat bawah berupa balok, yang sebelah timur tertutup oleh rangkaian pagar yang membujur di depannya. Kaki bagian tengah terdiri 3 lapisan, lapisan 1 berupa pilar polos, sedangkan lapisan 2 dan 3 berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Kaki bagian atas juga terdiri 3 lapisan, lapisan 1 bagian bawah berupa bidang lengkung yang dihias motif tumpal, dan bagian atasnya berupa bidang datar segi empat, sedangkan lapisan 2 dan 3 berupa bidang datar. Disamping kanan-kiri, bagian kaki ini bersandar pada pagar. Pada pagar bagian barat ada hiasan motif geometris seperti bentuk segi tiga berjajar dan entuk segi empat.

Bagian tubuhnya dapat dibagi tubuh bagian bawah, tengah, dan atas. Tubuh bagian bawah berupa bidang datar dihias motif geometris bentuk segi empat berjajar. Tubuh bagian tengah terdiri 3 lapis, lapisan 1 berupa pilar polos, lapisan 2 dan 3 berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Tubuh bagian atas berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Disamping kanan-kiri tubuh ada semacam sayap pintu gerbang berupa bidang datar dengan bagian ujungnya berbentuk lengkyng. Di bagian tengahnya ada hiasan bentuk trapesium dan di bawhnya dihiasi motif segi tiga berjajar.

Bagian atapnya terdiri dari 5 tingkat dengan bagian kemuncak berbentuk kotak berpelipit 3 tingkat 3, lima tingkat atap di bawah kemuncak berupa tingkatan-tingkatan pelipit yang semakin mengecil ke atas emembentuk bidang trapesium, di tiap-tiap tingkatnya dihiasi bentuk-bentuk antefiks.

Pintu Gerbang B

Sebelum sampai ke pintu gerbang B harus melalui beberapa sekat halaman yang lebih kecil dibatasi oleh pagar dengan pintu masuknya. Dari lotong di sisi timur halaman II pintu masuk berupa pilar pembatas pagar yang di atasnya ada hiasan kemuncak berbentuk ratna, sebagai jalan masuk ke bagian halaman II yang lain. Di sisi barat halaman ini ada bangunan beratap yang berhimpitan dengan pagar dis ebelah barat.

Pada pagar yang berhimpitan dengan bangunan tersebut terdapat pintu sebagai jalan masuk ke sekat halaman berikutnya, dari sekat halaman ini ada jalan menuju ke pintu gerbang B. Pintu gerbang B menghadap ke utara agak condong ke barat laut. Bentuknya paduraksa terbuat dari batu putih sebagai jalan masuk menuju halaman III. Secara struktural arsitektur pintu gerbang ini terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan atap.

Bagian kaki pintu gerbang ini terdiri dari 2 tingkat berbentuk balok, mengapit 3 buah anak tangga. Di atas kaki tingkat 1 terdapat hiasan nakara berupa kepala buaya dengan mulut menganga. Pada bagian atas kaki tingkat 2 dihiasi motif flora yang muncul dari batu-batu karang. Bagian kaki sisi timur menempel pada tanah tebing di sebelahnya, sedangkan bagian kaki sisi barat menempel pada rangkaian pagar, pada pagar ini ada hiasan motif resset.

Bagiantubuhnya secara keseluruhan berupa pilar kwadrangular yang di sisi depannya kaya akan hiasan. Pada tubuh bagian bawah terdapat hiasan flora yang timbul dari batu-batu karang. Di atas bagian tersebut ada hiasan lengkung kala marga yang bersambungan hingga ambang atas pintu gerbang. Bagian tubuh sisi timur menempel pada tanah di sebelahnya, sedangkan tubuh sisi barat menempel pada pagar yang mempunyai hiasan motif pintu gerbang bersayap dan di atasnya ada hiasan motif segi enam berjajar. Ambang atas pintu gerbang ini berupa latiyu tingkat 5 yang disangga oleh balok kayu sebagai tepat menempelkan daun pintunya. Ambang atas pintu gerbang sisi depan berhias kala merga juga dihias motif flora.

Di kanan-kiri tubuh terdapat sayap pintu gerbang berbentuk naturalis yang kaya hiasan motif flora dan fauna dan ada juga stiliran kepala gajah. Sayap pintu gerbang sebelah barat tampak lebih besar jika dibandingkan dengan sayap sebelah timur. Sayap sebelqh barat berdiri menempel di atas pagar dan ujungnya menempel pada bagian kemuncak dqari pilar pagar tersebut, sedangkan sayap sebelah timur menempel di atas tanah tebing.

Bagian atapnya tempak tingkat 3 dengan kemuncak berbentuk trapesium. Atap tingkat 1 berupa bidang dihias motif flora yang timbul dri batu-batu karang dalam jumlah banyak bertingkat-tingkat. Atap tingkat 2 berbentuk trapesium yang di tengahnya dihias stiliran burung garuda dan di sekitarnya dihias motif flora. Atap tingkat 3 berbentuk trapesium yang jauh lebih kecil daripada atap tingkat 2, juga dihias dengan motif-motif flora.

Halaman III

Halaman ini tepatnya berada di sekitar sisi barat Masjid Sendang Duwur. Di halaman ini terdapat tokoh utama yaitu makam Sunan Sendang (Raden Nur Rahmad) yang diperkirakan sebagai pendiri pertama Masjid Sendang Duwur. Makamnya berdiri di atas teras dan di beri pelindung bangunan beratap (cungkup). Pada teras cungkup terdapat bingkai dari batu yang mempunyai hiasan relief motif flora. Sebelum masuk ke cungkup sebelah selatan ada pintu gerbang bentuk candi bentar yang mempunyai semacam sayap. Di bawah sayap terdapat panil-panil hiasan motif flora dengan garis-garis kraetif dan motif-motif tumpal. Di dekat pintu gerbang ini dahulu terdapat dua buah patung singa dari kayu yang kini tinggal bekas kainya saja, dua buah patung singa tersebut dibawa ke Nuseun Nasional Jakarta. Selain itu pada sisi depan pintu gerbang ini terdapat hiasan motif flora dan motif bunga.

Pada bagian bawah dari cungkup juga kaya akan hiasan seperti panel-panel heksagonal yang di dalamnya ada bentuk-bentuk tumpal, flora, batu-batuan, bangunan seperti pendopo bersayap, dan juga motif sulur-suluran. Kemudian ada juga motif resset yang di dalamnya berisi motif daun bunga dan bunga. Bagian atasny ada hiasan motif rantai dari daun-daunan yang membentuk segi tiga dan lingkaran.

Bagian tubuh cungkup terbuat dari kayu yang sebagian juga ada hiasannya. Bagian yang ada hiasannya berada di sisi depan (selatan), dipisahkan oleh rangka-rangka yang membentuk panel-panel hiasan yang tengah berisi motif tumpal dan heksagonal, sedangkan panel lainnya berisi berisi motif-motif flora dan sulur-suluran. Pada panel yang berbentuk hexagonal di dalamnya ada hiasan berbentuk seperti sabit dikelilingi oleh tumbuhan yang berbuah. Di sekeliling panel ada hiasan bentuk batu-batuan dan ada juga bentuk flora yang keluar dari pot, di atasnya ada motif bunga berbentuk lotus, pada bagian ini ditemukan sedikit tulisan Jawa Kuna yang mengkin merupakan tahun pendirian bangunan cungkup tersebut.

Pintu masuk ke cungkup tampak kecil dan indah, berbentuk persegi empat. Di bagian pintu ini juga terdapat hiasan motif sulur-suluran dan bunga, ada juga panel berbentuk heksagonal yang diisi motif sulur-suluran (motif arabesque). Pada panel yang tengah mempunyai hiasan motif rosset berisi bunga lotus dan ada juga berisi daun-daunan. Pada panel tengah yang lain ada hiasan motif sulur-suluran dan bunga, ada juga bunga bentuk lotus, motif tumpal, dan bentuk sudut 16, serta motif rosset dalam sebuah lingkaran.

Halaman IV

Halaman ini sebagian besar berada di sebelah selatan Masjid Sendang  Duwur. Untuk masuk ke halaman ini dapat melewati sebuah jalan sempit antara tumpuan batu yang memisahkan halaman IV dengan halaman II dan halaman III yang ada di sebelah barat Masjid Sendang Duwur. Halaman ini juga dapat dimasuki melalui pintu gerbang C yang ada di sisi selatan. Halaman ini juga disekat-sekat dengan pagar yang terbuat dari batu merah. Pada pagar dinding ini terdapat pilar-pilar yang di atasnya terdapat bentuk candi laras yang kelihatan sederhana.

Pintu gerbang ini menghadap ke selatan berbetnuk candi bentar terbuat dari batu putih. Arsitekturnya hampir mirip dengan pintu gerbang G dan pintu gerbang D di sebaelah utara masjid, yaitu terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan atap. Bagian kakinya terdiri dari 3 lapis bidang makin mengecil ke depan, dengan pemukaan paling depan berbentuk cembung.

Bagian tubuhnya dapat dibagi menjadi tubuh bagian bawah, tengah, dan atas. Tubuh bagian bawah berupa bidang segi empat yang dihias motif segi empat berjajar. Tubuh bagian tengah terdiri 3 lapis, lapisan 1 berbentuk pilar, sedang lapisan 2 dan 3 berupa pelipit 3 tingkat. Tubuh bagian atas berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Di saming kanan-kiri tubuh terdapat semacam sayap pintu gerbang berupa bidang datar engan bagian ujungnya melengkung. Di tengahnya ada hiasan berbentuk trapesium.

Bagian atapnya terdiri dari 5 tingkat semakin mengecil ke atas, dengan bagian kemuncaknya berbentuk trapesium. Lima tingkat atap di baawh kemuncak berupa tingkatan pelipit semakin mengecil ke atas. Tiap-tiap atas dihias bentuk-bentuk antefiks.