MAKAM DINGER DI KOTA BATU MALANG

0
469

Daerah yang pernah ditinggali masyarakat  Belanda untuk waktu yang cukup lama, daerah kota Batu tentu saja memiliki beberapa tempat yang merupakan peninggalan masyarakat keturunan Belanda. Beberapa bangunan memiliki sejarah yang cukup jelas dan masih digunakan hingga saat ini, namun pada beberapa bangunan lain, sejarah yang dimilikinya masih belum banyak terungkap dan masih dilingkupi oleh sejumlah misteri. Batu Bangunan yang diketahui bernama Makam Dinger ini memang tampak cukup menonjol dan berdiri sendiri serta tampak masih megah di tengah-tengah area perkebunan yang dingin dan berbukit-bukit. Bangunan ini diketahui merupakan mausoleum atau sebuah komplek makam milik keluarga Dinger. Hal ini diketahui berdasar sebuah pahatan yang tertera di bagian atas pintu bangunan ini yang bertuliskan  Graf Familie Dinger. Yang berarti makam keluarga Dinger. Di sebelah kiri dan kanan pahatan itu juga terdapat tulisan anno 1917 yang berarti tahun 1917 dan biasa digunakan sebagai penanda tahun pembangunan atau mungkin juga tahun penguburan di mausoleum itu. Lalu siapakah sesungguhnya Dinger yang dimakamkan di Batu ini, berdasar keterangan dari situs imexbo.nl disampaikan bahwa makam ini dulunya merupakan milik Jan Dinger, dia merupakan seorang administrator, direktur dari Bank Excompto, serta seorang tuan tanah dari berbagai kebun gula, teh, kopi, dan kina. Jan Dinger lahir di Amsterdam pada tanggal 16  Agustus  tahun 1835 dan meninggal pada tanggal, 2 maret tahun 1917 di Tulungrejo. Setelah meninggal Dinger ingin  Tetap dimakamkan di lahan pertanian miliknya. Istri dari Dinger yang kemudian ikut dimakamkan di mausoleum itu adalah Elisabeth Malvine Ernestine van Polanen Petel. Walau disebut pernah dimakamkan di tempat yang sama dengan Jan Dinger, namun Elisabeth tercatat baru meninggal pada tanggal, 7 maret ,tahun 1938. Rentang waktu ini menunjukkan bahwa kurun beberapa puluh tahun  sejak Jan Dinger meninggal, makam ini masih terawat dan digunakan oleh keluarganya. Sebagai sebuah mausoleum, makam Dinger telah kehilangan fungsi utamanya karena sudah tak ada lagi jenazah yang ada di dalamnya , Namun sebagai bangunan cagar budaya, makam dinger ini harus dipertahankan dari serangan tangan-tangan jahil ataupun tengan serakah yang ingin membuat kerusakan kecil ataupun menghacurkan bangunan ini seluruhnya.